Ini tulisan saya yang ke-6 dari seri tulisan dibawah ini
Tips Perjalanan ke Phuket Thailand :1. Jakarta-Batam-Singapore2. Singapore-Phuket3. Tiger Airways dan Changi Budget Terminal4. Phuket Paradise5. Phuket-Phi Phi Island6. Adventure in Phi Phi Island7. Back home to Indonesia- Phuket-Singapore-Batam-JakartaKita berada di PPI selama 4 hari dari 24-27 Agustus 2006. Mungkin tidaklah berlebihan bila saya berkata “one of those places everyone should go at least once in his lifetime”
PPI adalah kepulauan yang termasuk Provinsi Krabi Thailand. Kepulauan ini mulai terkenal setelah film The Beach yang dibintangi oleh Leonardo Dicaprio.
http://en.wikipedia.org/wiki/Ko_Phi_Phihttp://wikitravel.org/en/Ko_Phi_Phihttp://www.ko-phiphi.com/http://www.phuket.com/island/phiphi.htmhttp://www.thailandmaps.net/phiphi/phiphi_map.htmlhttp://www.tripsthailand.com/kohphiphi.phpPertama kali saya menginjakan kaki di pulau ini ada perasaan lain. Perasaaan yang begitu senang, bebas.. bebas bebas dari ribuan ton beban yang saya panggul setiap hari. Saya seperti menjadi orang baru yang lepas dari semua identitas saya. Mau hanya pake celana bertelanjang dada sambil mempertontonkan kulit saya yang semakin hitam legam yang mulai terkelupas karena sengatan matahari. Rasanya sangat puas menjadi diri sendiri kembali ke usia 5 tahun di kampung mandi di sungai berteriak riang gembiri tanpa harus mendengar omelan si bos di kantor.
Lepas.... lepas... bebas...bebas.......!
Tidak ada salahnya kita mengecap kebebasan dari belenggu kehidupan selama 365 hari setahun.
PPI terdiri dari 2 pulau utama yaitu Phi Phi Don (PPD) dan Phi Phi Ley (PPL).
PPD adalah satu-satunya pulau yang terdapat akomodasi, sekitar 5000 orang penduduk berdiam di pulau kecil ini, sebagian besar pulau adalah karang yang menjulang tinggi di mengilingi bay (teluk)
PPL adalah pulau yang lebih kecil di sebelah selatan PPD. Pulau ini tidak berpenghuni karena tidak ada dataran di sini hanya karang-karang angkuh yang tegar diterpah gelombang tanpa henti laut andaman. Di PPL ini terdapat Maya bay dimana film The Beach mengambil tempat.
Kepulauan ini juga terkena dampak dari Tsunami tahun 2003, tampak jelas sisa-sisa kehancuran dan setelah hampir 3 tahun PPI kembali beranjak bangkit.
Bulan Oktober s.d April adalah high season dikarenakan pengaruh musim dan laut andaman membuat air laut dan pantai akan menjadi sangat indah sehingga banyak pengunjung yang datang. Lain halnya pada periode April-Oktober, keadaan cuaca tidak terlalu baik, banyak hujan dan langit mendung sehingga pemandangan tidak begitu memukai.
Akomodasi
Tidak sulit untuk mendapatkan akomodasi di PPD. Untuk beberapa guest house di dekat pantai : Ton say bay dan Loh dalam bay, tarif kamar dengan fan berkisar 500-600 bath (agak lebih mahal memang dibandingkan dengan Phuket). Untuk penginapan yang terletak agak ke dalam village sekitar 500 m dari pantai dapat berkisar 300-400 bath.
Untuk anda yang ber”duit dapat bermalam di hotel atau yang lebih keren seperti Phi Phi Hotel yang 10 m dari pantai dengan tariff 1200- 1500 bath untuk kamar ber AC.
Semua tergantungan dengan pilihan anda tapi bagi saya penginapan tidaklah penting karena sebagian besar waktu kita dihabiskan di luar hotel jadi ngapain tinggal di hotel yang mahal-mahal.
Transportasi
Tidak ada mobil di pulau ini, jalanpun hanya jalan setapak selebar 3 meter jadi praktis semua perjalanan ditempuh jalan kaki atau dengan perahu. Ada satu dua motor yang diganden dengan gerobak untuk mengantar anda beserta barang-barang dari hotel ke pelabuhan.
Long Tail Boat (LTB)
Salah satu kendaraan yang dapat disewa adalah long tail boat. Perahu kayu yang bermesin tempel diesel dimana antara mesin dan kipas penggerak perahu dihubungkan dengan pipa sepanjang 3 meteran sehingga perahu disebut Long tail boat (perahu ekor panjang).
Untuk tujuan dekat seperti ke Long beach, pantai disebelah Selatan Ton say bay. Anda dapat menyewa LTB sebesar 80 bath per orang one way. Walau Long beach dapat dicapai dengan jalan kaki selama 45 menit dari Ton say bay.
Untuk harga sewa LTB ke tempat lain seperti Maya Bay, Loh sama Bay, Viking Cape di PPL adalah 800-900 bath per perahu selama 3 jam. Maksimal penumpang adalah 7 orang. Jadi akan lebih murah jika kita mengajak beberapa teman jadi ongkos perahu dapat di share.
Walau setiap LTB menyediakan Life Jacket (jaket pelampung) tetapi bahaya dapat saja mengancam anda terutama bila angin bertiup kencang dan gelombang bisa mencapai 1 meter.
Speed Boat Kecil
Untuk berjalanan yang lebih aman dapat menggunakan speed boat, tentunya dengan tarif sewa lebih mahal, untuk tujuan yang sama berkisar 1500-2000 bath per jam dengan maksimum penumpang 10 orang. Jadi untuk rombongan speed boat menjadi pilihan terbaik.
Tour
Anda dapat mengikuti tour keliling PPI dalam satu hari 9 am-16 pm menggunakan boat ukuran besar (yatch) dengan tarif 400-500 bath termasuk lunch dan peralatan snorkling. Lebih dari 30 orang dapat mengikuti tour tiap harinya. Paket tour ini mempunyai kerugian, yaitu boat ini tidak dapat berlabuh di pantai atau bay sehingga anda harus berenang/snorkling atau kayaking dari boat ke pantai. Selain itu awak kapal hanya memberi waktu kurang dari 1 jam untuk tiap tempat jadi kita tidak begitu leluasa untuk menikmati suasana.
Boat yang direkomendasikan adalah Blue Sky yang relatif besar dan baru. Ada beberapa boat lain yang menawarkan tour yang sama dengan tarif yang tidak jauh berbeda.
Tempat-tempat yang dikunjungi adalah Maya bay, Loh sama bay, viking cape, bamboo island, monkey beach, dan long beach dan tempat menarik lainnya tergantung dengan kondisi cuaca hari itu.
Tempat-tempat menarik
Maya bay

Inilah tempat pertama yang saya rencana untuk dikunjungi karena teluk inilah yang menjadi setting film The Beach. Maya bay terletak di Phi Phi Ley sebuah pulau di selatan pulau Phi phi Don. Pulau ini tidak berpenghuni dan tidak ada akomodasi disini sebagian besar pulau hanya berupa bongkahan karang terjal dan tidak ada dataran.
Maya bay terletak agak kedalam terlindung oleh 2 karang besar yang mengapit jalan masuk, sehingga tidak ada ombak besar yang bisa menyentuh pantai nan indah.
Untuk menjaga keaslian dan menjaga agar tidak terlalu banyak turis yang datang ke Maya Bay sejak 2 tahun lalu tempat telah menjadi taman nasional dan setiap orang yang menginjakan kaki di pantai maya diwajibkan membayar 200 bath kepada petugas taman nasional akan menyambut anda sewaktu turun dari boat. Selain itu hanya LTB dan Speed boat kecil yang boleh berlabuh di pantai sedangkan ferry dan kapal besar lainnya hanya bisa berhenti sekitar ½ km dari pantai.
2 kali saya mencoba untuk menginjakkan kaki ke Maya bay, hari pertama 24 Agustus sewaktu pengikuti tour dari Sea Angel tetapi ferry ini hanya mendekat ke pantai lebih dari ½ km kemudian berlalu. Hari kedua tgl 25 Agustus sewaktu mengikuti tour dengan Blue Sky tetapi kapal tidak boleh berlabuh dipantai sehingga penumpang harus berenang ke pantai sendiri. Meskipun seperti sangat dekat tetapi kalau berenang akan memakan waktu lebih dari ½ jam untuk mencapai pantai.
Stupid thing I did in Maya bay
Awak kapal Blue Sky mengijinkan penumpang untuk berenang atau snorkling di sekitar boat Maya bay selama 45 menit. Setelah mengenakan google dan fin (kaki katak) saya terus terjun menuju pantai Maya. Tetapi rupanya ini adalah keputusan SALAH BESAR. Setelah berenang hampir 20 menit, kelelahan menerpah kaki dan tangan saya dan waktu melihat ke pantai seolah-olah posisi saya tidak berubah. Saya lihat kebelakang ferry Blue Sky semakin jauh. Ada terlintas bagaimana kalau saya kehabisan tenaga dan tenggelam tidak ada yang bisa menolong saya disini. Apalagi jika tertelan air laut yang asin, langsung kepala jadi puyeng dan saya tidak mengenakan life jacket sehingga kemungkinan tenggelam sangat besar.
Panik? Ya saya sangat panik tapi saya sadar justru Panicy kills yourself. Akhirnya dengan pengalaman bertahun-tahun berenang di Sungai Musi (anak Palembang oi), saya memutuskan untuk tidak melanjutkan berenang ke pantai. Maya bay? Tetapi kalau konsekwensinya mati lebih baik saya urungkan niat itu dan bisa balik lagi ke sana besok atau lusa. Saya lihat ada speed boat lain yang lagi menunggu penumpangnya di pantai tidak jauh dari posisi saya tanpa pikir panjang saya berenang dengan susah payah ke boat itu. Saya selamat sampai ke boat itu dan setelah beristirahat 5 menit, Kapal tour saya telah membunyikan horn menandakan semua penumpang harus kembali ke kapal secepatnya. Saya minta ke pemilik boat dimana saya terdampar untuk mengantarkan saya ke Blue Sky. Untunglah si abang di boat itu baik dan mengantarkan saya ke ferry. Dan ketika saya naik ke Blue Sky, petugas berkata “Do not do it again! Next time we leave you behind!”. Dan memang tidak ada seorang pun dari kapal kita yang berhasil berenang ke pantai Maya.
2 kali ! saya gagal untuk mencapai Maya bay
The 1st step on Maya Bay
Akhirnya pada Hari Minggu 27 Agustus 2006, kita mencoba lagi pergi ke Maya bay menggunakan LTB dengan tarif 800 bath, memang agak mahal, tetapi saya tidak akan melewatkan kesempatan untuk menginjakan kaki di bay itu, lagian saya sudah sedekat itu dari pantai dan akan menjadi penyesalan seumur hidup bila saya tidak mencoba.
Setelah melewati gelombang yang cukup besar ketika melewati sisi barat Phi phi ley, kita dapat menginjakkan kaki di pantai Maya Bay tentunya setelah membayar 200 bath ke petugas yang telah menunggu.
Memang sangat bagus pemandangan, air yang jernih hijau dan biru dikelilingi oleh karang-karang menjulang tinggi. Akhirnya cita-cita saya tercapai!.
Di belakang pantai hanya ada rerumputan dan tanaman liar dan 50 meter “mentok” ke dinding karang, jadi apa yang kita lihat di film The Beach adalah BOHONG!!, kalau di Phi Phi Ley ada tanaman Marijuana, ada air terjun, ada pondok traveller, karena scene itu tentunya diambil di tempat lain.
Seperti yang kita lihat di berita bahwa produser The Beach men-buldozer bay ini sehingga menyerupai dengan scenario film. Walau mereka berjanji untuk mengembalikan seperti semula tetap saja ada kerusakan yang dapat kita lihat di sana.
Waktu itu kita datang agak pagi sekitar pukul 9 jadi tidak banyak pengunjung yang datang. Setelah foto sana foto sini dan berenang menikmati seger air di pantai maya langit mulai berubah kelam menandakan hujan akan segera turun.
Dan semua keindahan itu bergantung dangan cuaca, air yang hijau dan biru adalah hasil refleksi warna langit. Jadi bila langit hitam tentunya akan mengurangi semua keindahan itu.
1-meter hight wave almost wiped us out!
Setelah suasana tidak lagi bagus kita memutuskan untuk segera kembali ke Phi Phi Don, waktu itu angin bertiup kencang dan gelombang mencapai 1 meter lebih. Setelah melewati karang yang melindungi Maya bay LTB yang kita tumpangi mulai terombang ambing dan terhempas oleh gelombang setinggi lebih dari 1 m. Saya lihat kanan kiri tidak ada perahu lain dan ini dalam saat kedua saya sangat dekat dengan kematian setelah hampir tenggelam di maya bay di hari pertama. Dalam hati bila perahu pecah atau terbalik kita tidak akan tenggelam karena kita memakai life jacket, tetapi siapa yang akan menolong kita dan sangat mungkin kita akan celaka karena terbentur dengan karang-karang terjal. Dan semua tas ransel yang berisi uang dan passport akan hilang tersapu ombak dan walau kita selamat akan banyak masalah sesudahnya.
Tetapi ketika saya lihat wajah si abang empuhnya perahu tidak terbersit kecemasan akhirnya saya menjadi sedikit lebih tenang mungkin kondisi seperti ini telah biasa baginya.
Setelah hampir 20 menit kita bisa lepas dari gulungan ombak dan kembali ke pelabuhan Ton say bay.
It was unforgetfull moment indeed!
Loh Sama bay
Teluk lain di PPL yang tidak kalah indahnya hanya dibatasi oleh karang besar dengan Maya bay. Bagus sekali untuk snorkling dimana terumbuh karang dan beraneka ragam ikan menunggu anda di sini. Si abang perahu LTB bilang kalau kita bisa saja berenang dari Loh sama Bay ke Maya Bay melalui gua untuk menghindari pajak 200 bath. Saya berfikir kalau konsekwensinya mati lebih baik bayar 200 bath, Emang berenang di kolam renang!
Viking Cape
Masih di PPL, sebuah gua di dinding karang, seperti pernah dijadikan tempat tinggal atau tempat pertahanan bajak laut, cerita punya cerita bahwa pelaut Viking yang pernah tinggal di situ. Tetapi rasanya tidak mungkin pelaut Viking yang berasal di daratan Denmark bisa sampai ke situ. Tetapi who khows??
Mosquito Island
Dimana banyak diver yang menyelam di sini
Monkey BeachSebuah pantai kecil di PPD, yang dihuni oleh ratusan monyet dan seperti monyet di Sange Bali, monyet-monyet disini jinak dan sesekali nakal merebut kacamata pengujung. Yah tidak salahnya foto-foto dengan saudara jauh??
Ton Say Bay
Teluk dimana tempat pertama di PPI yang menyambut kedatangan anda pertama kali, karena disini juga ada Pier atau pelabuhan. Indah memang dengan puluhan boat yang melego jangkar dengan deretan LTB di sisi pantai.
Loh Dalam Bay
Teluk ini hanya dipisahkan oleh daratan selebar 100 m dari Ton say bay. Loh dalam ini hampir menyerupai Maya Bay tetapi disini lebih ramai dan “less secret”. Pemandangan indah hanya ada di pagi dan siang hari karena di sore hari jam 15.00 air laut di teluk ini akan “hilang” karena pasang surut hanya meninggalkan bongkahan karang hingga hampir 200 m ke tengah laut.
Yongkasem Bay
Teluk lain yang indah di PPD, dapat di jangkau menggunakan boat atau LTB. Tetapi bila anda menyukai tantangan dapat mencoba ber kayaking ke sana. Saya dengan teman saya pernah mencoba untuk menujuh bay ini tetapi tidak berhasil dikarenakan angin dan gelombang yang cukup besar sehingga menyeret kami kembali ke pantai. Waktu yang tepat untuk kayaking adalah di pagi hari dimana laut masih tenang dan angin bertiup tidak terlalu kencang.
Long Beach
Pantai ini terletak di sisi selatan PPD, 3 km panjangnya dapat ditempuh dengan jalan kaki dari Ton say bay atau menggunakan LTB.
View Point
Bila anda ingin menyaksikan PPD di tempat yang tinggi dan menunggu matahari tenggelam di ufuk barat. Jarak pantai ke view point sekitar 2 km atau 45 menit jalan (jangan berharap ada Cable car seperti di Singapore!).
Food
Masakan di PPI tidak jauh berbeda dengan Phuket dengan harga yang lebih murah untuk restoran kecil atau warung dipinggir jalan 60-120 bath untuk satu porsi masakan thai. Untuk restoran seefood besar berkisar 150-300 bath.
Tetapi tidak sedikit warung yang menjajahkan makanan siap saji seperti sandwitch, burger, dan pancake dengan harga 50-80 bath.
Telephon, Internet dan Money changer/ATM
Tidak susah untuk menelpon ke tanah air, disini ada seperti wartel. Untuk Internet dapat ditemukan hampir disetiap sudut jalan dengan tarif 2 bath per menit. Demikian pula money changer dan ATM banyak ditemui.
Souvenirs
Tidak ada souvernirs khusus di PPI semua barang didatangkan dari daratan, tapi tidak ada salahnya untuk membeli souvenirs kecil seperti gantungan kunci atau kaos yang bertuliskan PHi Phi Islands.
Say good bye to PPI
Dikarenakan cuaca tidak bagus lagi, langit mendung, hujan rintik-rintik dan gelombang laut cenderung tinggi akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke Phuket pada tanggal 27 Agustus 2006 dan kita akan menghabiskan 1 hari sisa liburan di Phuket. Kita bertolak pulang ke Singapore hari Selasa Tanggal 29 Agustus