Wednesday, August 30, 2006

1. Jakarta-Batam-Singapore

Ini tulisan saya yang pertama dari seri tulisan dibawah ini :

Tips Perjalanan ke Phuket Thailand :
1. Jakarta-Batam-Singapore
2. Singapore-Phuket
3. Tiger Airways dan Changi Budget Terminal
4. Phuket Paradise
5. Phuket-Phi Phi Island
6. Adventure in Phi Phi Island
7. Back home to Indonesia- Phuket-Singapore-Batam-Jakarta

Jakarta-Batam-Singapore

Ini adalah awal dari rentetan perjalanan kita ke Thailand. Dengan persiapan yang baik kita dapat merencanakan berapa hari kita akan berlibur, jumlah uang yang akan dibelanjakan, tempat-tempat mana saja yang dikunjungi dan tentunya tiket perjalanan.

Tiket perjalanan

Akan lebih baik jika kita telah mengetahui kapan kita akan berangkat dan kembali jauh-jauh hari sebelum berlibur. Kita dapat memesan penerbangan via internet dengan cepat dan biaya yang sangat murah.
Tetapi waktu itu saya dapat kepastian untuk berangkat liburan ini hanya 1 minggu sebelum hari H, karena alasan approval cuti yang baru di dapat. Waktu itu Tanggal 9 Agustus 2006. Seperti diketahui bahwa pada Bulan Agustus 2006 ini ada libur panjang yaitu : Hari Kamis Tgl 17 Agustus, Jum'at Tgl 18 Hari kejepitan Nasional dan Hari senin tgl 21 hari Libur lagi Maulud Nabi Muhammad SAW. Akhirnya saya dapat tiket ke Jakarta-Batam pada Hari Jumat Tgl 18 Agustus dengan harga Rp.550 ribu agak mahal memang tetapi karena minggu itu adalah "peak" maka agak susah mendapatkan tiket.
Pada hari yang sama saya pesan tiket penerbangan Singapore-Phuket pulang pergi dengan Tiger Airways, sebuah maskapai Budget (Budget Airlines) baru milik Singapore www.tigerairways.com. Ada tulisan saya khusus tentang Tiger Airways ini. Tiket pp Singapore-Phuket saya beli SGD 132.5 = Rp 750 ribuan Cukup murah sich, bila kita pesan jauh-jauh hari (at least 2 minggu sebelumnya) harga tiket jauh lebih murah.
Kemudian untuk Tiket Pulang Batam-Jakarta, saya log on di www.airasia.com, dan harga tiket hanya Rp. 185 ribu. Murah banget dibandingkan Tiket pergi Jakarta-Batam Lion Rp. 550 ribu.
Bukti pembelian tiket (Route/itinerary) di print out dan akan berguna pada waktu check-in nanti.

Bandara Cengkareng.

18 Agustus 2006 12.00 pm
Seperti yang lain kita menggunakan jasa taxi ke airport dengan biaya sekitar Rp 80 ribu. Kemudian Aiport tax Bandara CGK Rp. 30 ribu. Dan kita siap untuk take off ke Batam. Pesawat ke Batam take off jam 15.00 WIB. Dan tumben kali ini kita naik pesawat Lion Boeing 737-400 yang "agak" baruan dibandingkan pesawat Lion lainya MD-82.

Batam

Jam 14.30 kita tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Sebelumnya kita membeli Tiket Ferry keBatam-Singapore, dibandingkan kalau dibeli di Pelabuhan Batam Center dapat mencapai SGD 15. Ferry yang di pilih sebaiknya Pinguin atau Wave Master, karena ferry-nya relatif baru dan jadwal keberangkatan hampir 30 jam dan selalu tepat waktu. Harga tiket Ferry pp Batam-Singapore-Batam (open tiket) SGD 13.5. Sebaiknya membayar tiket dalam SGD karena kalau dengan Rupiah, rate rupiah sangat rendah. Tiket ini selalu tiket pp (return & open), kerena tiket one way jauh lebih mahal bisa sampai SGD 23. Ada bagian tiket Go and Return yang akan di sobek oleh petugas ferry dan bagian return harap di simpan baik-baik jangan sampai hilang jika kita tidak mau membeli tiket 1 way pada waktu pulang ke Batam nanti.
Kemudian kita naik taxi ke Batam Center dengan Fixed tariff Rp. 70 ribu. Tariff ini sama untuk semua taxi, taxi yang ada meternya (walau meternya tidak dipakai) atau taxi omprengan (Plat hitam). Ada selembar kertas laminating yang berisi daftar tarif taxi ke semua tujuan di Pulau Batam.
Batam Center (BC) adalah lokasi komersial dimana ada Mega Mall, Tower Telkomsel, Kantor Pemerintah dan pelabuhan Ferry ke Singapore yang langsung terhubung dengan Mall melalui sebuah jembatan. Kita sampai ke BC hampir jam 17.00, akhirya di putuskan untuk menginap di Batam malam ini dan menyeberang ke Singapore besok harinya pagi-pagi. Perlu diketahui BC adalah daerah baru ketimbang dengan daerah lama seperti Nagoya, Batu Ampar, dan Sekupang, jadi tidak banyak tersedia hotel yang murah. Ada sih penginapan yaitu Asrama Haji di dekat Masjid Raya Batam tapi harganya sekitar Rp 200-300 ribu.
Maka setelah photo-photo di depan Mega Mall BC dan gedung + tower Telkomsel (salah satu landmark di BC) dan makan malam di BC, kita naik ojeg, masing-masing Rp 10 ribu ke daerah Hotel Pelita, sekitar 10 km dari BC (jika dengan taxi= Rp 50 ribu). Di daerah ini banyak hotel Rp 100 ribuan dan bagus. Pilihan kita adalah Hotel Wisata dengan tarif kamar Rp 110 ribu dengan AC dan Hot shower. Worthed banget.

Ferry ke Singapore

Pagi-pagi Hari Sabtu Tgl 19 Agustus, kita menujuh ke BC lagi untuk mengejar Ferry pertama jam 7.20. Pada waktu Check-in di Counter Penguin harap tunjukan Tiket dan Passport karena petugas Ferry akan mem-print out Boarding pass dan Kartu Imigrasi Indonesia dan Singapore berdasarkan nama yang tertulis di passport. Kemudian membayar Pajak Pelabuhan sebesar SGD 3 dan disarankan membayar dengan SGD karena bila dengan Rupiah, exchange rate Rupiah rendah sekali.
Kemudian kita menuju counter fiskal yang masih berada di lantai dasar pelabuhan di sebelah kiri escalator. Fiskal untuk kepergian lewat laut sebesar Rp. 500 ribu (via udara Rp. 1 juta). Bila kita mempunyai Passport Batam atau kota lain di Pulau Sumatera maka akan bebas fiskal (tidak bayar). Karena saya dan teman saya mempunyai passport Jakarta ya kita harus bayar. Pernah saya dengar kita bisa bayar fiskal 1/2 harga = Rp 250 ribu tapi harus "kong kali kong "dengan petugas dan harus menungggu beberapa menit sampai waktu yang tepat. Tapi karena waktu itu kita di kejar waktu, ya sudahlah nggak usah begituan, lagian "discountnya" nggak gede-gede banget. Lagian waktu adalah uang.
Kemudian kita menuju lantai 2 melalui escalator, dan memasuki ruangan pemeriksaan imigrasi melewati X-ray dan hanya satu petugas imigrasi yang memeriksa apakah kita sudah membayar fiskal atau belum. Segitu lemahnya pemeriksaan, jadi bisa saja kita "bribe him somehow". Menujuh Imigrasi untuk di cap passport dan menunggu sebentar di ruang tunggu sampai kita diminta untuk memasuki ferry.

"We are going to Singapore!!!"

Waktu perjalanan dengan ferry sekitar 1 jam. Tetapi harap di ketahui jam di Singapore 1 jam lebih cepat dari waktu di Batam, jadi kalau kita berangkat jam 7.30 dan perjalanan 1 jam maka jam tiba di Singapore adalah 7.30 + 1 jam + 1 jam = 9.30. Untuk menghindari kesalahan maka disarankan untuk memutar jam tangan anda 1 jam kemuka.

Ferry akan bersandar di Pelabuhan Harbourfront, dan ketika keluar dari ferry persiapankan passport dan lembaran imigrasi arrival Singapore. Bersikap wajar saja, jangan terlalu "norak" atau "kampungan". Biasanya orang Indonesia yang bertampang sedikit "kriminal" akan di tanya beberapa pertanyaan oleh polisi pelabuhan jauh sebelum di meja imigrasi.
Kita mengantri ke counter imigrasi, pilih ke bagian "All Passport" biasanya antrian ini yang paling panjang.
Singapore mempunyai policy untuk orang Indonesia (wisatawan) dapat masuk ke Singapore tanpa Visa, atau disebut Social Visit, dan jangka waktunya hanya 14 hari terhitung tanggal kedatangan. Lebih dari itu kita dapat terkena hukuman cabuk (sebaiknya kita hati-hati jangan kebablasan).
Setelah passport di cap oleh petugas imigrasi kita dapat melanjutkan perjalanan sesuai rencana

Tulisan selanjutnya : 2. Singapore-Phuket

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home