Wednesday, August 30, 2006

Pengalaman Pertama Naik Pesawat Air Asia

“Perhatian perhatian, para penumpang pesawat Airasia No. QZ7525 tujuan Jakarta diharap segera menujuh gerbang 1, terima kasih”.
Serta merta semua calon penumpang pesawat ini bersegera menuju ke gerbang yang dimaksud, yach layaknya seperti naik bus di terminal, tidak ada nomor seat pada boarding pas, sehingga siapa duluan masuk pesawat dapat memilih tempat duduk sesuka hati. Saya tanya ke seorang calon penumpang, “Pak nanti mao duduk dimana?”, “Wah saya pasti mao duduk di depan donk” jawab si bapak pasti. “Lho kok didepan pak? Saya justru mao pilih duduk paling belakang, karena disemua kecelakaan yang selamat pasti yang duduk paling belakang”,Si bapak :??^#$^)_&@#$#^??*@#&$.

Cuaca Buruk

Waktu itu jam 17.50, 28 Juli 2006, waktu saya memasuki ruang tunggu Bandara Minangkabau Padang, untuk segera memasuki pesawat. Kebetulan agen langganan saya memberikan tiket Airasia, karena penerbangan pesawat ini adalah the last flight ke Jakarta hari itu. Airasia..? tentunya saya masih bertanya-tanya kenapa kok Airasia. Tapi yach sudahlah! Yang penting saya malam ini sudah ada di rumah setelah hampir satu minggu berada di Padang untuk kepentingan bisnis.
Sewaktu saya menuju bandara cuaca lagi hujan dan berkabut. Teman saya yang mengantar berkata, “Wah pak saat yang buruk untuk naik pesawat, banyak awan hitam di langit”. “Yach mudah-mudahan cuaca membaik sebentar lagi” jawab saya penuh harap.

Pesawat dialihkan ke Medan

Setelah menunggu hampir satu jam di ruang tunggu, terdengar pengumuman bahwa 2 pesawat dari Jakarta yang seharusnya tiba di Padang dialihkan dan mendarat di Medan, karena pilot tidak dapat melihat landasan. Sedangkan pesawat Mandala yang harusnya take off dari Bandara Minangkabau pada jam 18.00 membatalkan takeoff karena kabut semakin tebal, dan ketinggian air di landasan pacu melebihi batas yang diijinkan.
Setelah menunggu 3 jam, akhirnya pada jam 21.15 Pesawat Air Asia yang ditunggu mendarat di bandara Minangkabau.

Konsep LCC (Low Cost Carrier)

Air Asia adalah maskapai pertama di Indonesia yang mengusung konsep LCC atau Low Cost Carrier. Dimana manajemen maskapai menerapkan kebijaksaaan untuk menekan biaya operasional dan dampaknya akan menurunkan harga tiket. Waktu itu harga tiket Padang- Jakarta hanya Rp. 317 ribu. Dibandingkan dengan ongkos bis antar kota dengan tujuan yang sama, mungkin harganya tidak jauh berbeda. Beberapa faktor yang dapat menurunkan biaya adalah: Sedikitnya jumlah pramugari, jika pada maskapai lain dengan jenis pesawat yang sama, Air Asia mempunyai kabin kru yang sedikit, hanya 2 pilot dan 3 orang pramugari untuk pesawat Boeing 737-400 dengan kapasitas 140 tempat duduk. Lain halnya dengan maskapai lain yang mempunyai 5-7 pramugari dalam satu pesawat. Lebih-lebih Lion Air, kadang pramugarinya banyak sekali, tapi kebanyakan hanya nampang doang, kerjanya minus, dengan penumpang agak kurang senyum, biasa cewek cantik belagu.
Snack dan beraneka makanan dan minuman di dalam pesawat dijual seperti halnya di darat. Pramugari akan menjajakan makanan dan minuman dengan harga tertentu. Jadi kalau dulu kita beranggapan makan minum di pesawat itu gratis, maka di Air Asia jangan berharap dech..
No seat number, Di boarding pass tidak tertulis nomor kursi dimana kita harus duduk tidak seperti maskapai lain yang telah menentukan dimana anda harus duduk. Kebijaksanaan ini beralasan untuk mengurangi jumlah Ground Staffs yang mengatur check in, boarding pass dan luggage. Jadi suasananya seperti di kereta api atau bus di terminal, pada saat masuk terjadi desak-desakan siapa yang paling cepat masuk ke pesawat. Ada satu hal yang aneh, kalau di bus orang-orang berebut agar bisa duduk di depan dekat sopir dengan alasan bisa melihat pemandangan di luar, tetapi kalau di Air Asia, justru orang-orang bersegera masuk pesawat agar dapat duduk di deretan kursi paling belakang. Wajar bila demikian, karena hampir semua kecelakaan, yang selamat biasanya duduk di deretan kursi paling belakang.
Tapi justru karena tidak ditentukan nomor tempat duduk, proses pengisian penumpang menjadi lebih cepat karena tidak ada penumpang yang salah tempat duduk.

Terbang Mulus

Pesawat Air Asia yang saya tumpangi kali ini lumayan tidak tua seperti maskapai swasta Indonesia lainnya. Paling tidak jumlah kursi tidak dikurang atau ditambah. Kondisi Interior pesawat juga tidak mengecewakan. Saya tidak bisa mengatakan bahwa semua pesawat Air Asia bagus, karena saya baru kali ini menggunakan jasa maskapai aliansi antara Malaysia dan Indonesia ini. Untuk lebih detail dapat melihat tulisan saya tentang kondisi dan umur pesawat maskapai swasta Indonesia.

Ketika pesawat kita take off, hujan masih rintik-rintik tetapi langit cerah dan kabut telah turun. Alhamdulillah penerbangan malam itu tidak se-frightening sebelumnya dan justru berjalan dengan mulus tanpa goncangan yang berarti. Mungkin malam itu langit cerah setelah hujan turun dengan lebatnya. Setelah terbang selama hampir 1 ½ jam, kita mendarat di Bandara Soekarna Hatta Jakarta. Tak lupa sebelum keluar dari pesawat saya hidupkan HP dan mengirim sms di keluarga di rumah bahwa saya sudah tiba dengan selamat di Jakarta :)

2 Comments:

At Saturday, March 31, 2007, Anonymous Anonymous said...

Mas Ikman ,

Salam kenal dari saya.Mohon dibantu ya, Insya Allah saya ada rencana mauliburan ke Thailand pertengahan Mei yang akan datang bersama 2 orang teman dan Ibu saya dengan rute KL-Phuket (12.45-13.00) Phuket-Phi-Phi Island-Krabi-Bangkok sekitar 4 hari 3 malam , rencananya sesampainya diPhuket city tour 1-2 jam dan setelah itu saya mau langsung melanjutkan
perjalanan tapi masih bingung mau stay di Phi-Phi Island atau diKrabi ya? Karena setelah tour diPhi Phi Island sore harinya kami mau langsung balik ke Bangkok mengingat kami hanya memiliki waktu yang singkat.
Punya jadwal ferry Phuket-Phi Phi Island dan Phuket Krabi?
Berapa lama waktu yang ditempuh dari PPD ke Maya Bay
Cari makanan halal di Phi-Phi Island dimana?
Dan aman tidak ya buat kami wanita-wanita pergi ke Maya Bay dengan
menyewa speed boat secara kami juga memakai Jilbab ketempat tersebut?
Kalau mau ke Maya Bay jaraknya lebih dekat dari Phi Phi Island atau Krabi?

Thanks

Debby

 
At Monday, April 02, 2007, Blogger ikmanputra said...

Dear Debby
Untuk jawaban saya, silahkan klik ke blog saya berikut
Blog Perjalanan ke Thailand

 

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home