Sunday, September 03, 2006

3. Tiger Airways dan Changi Budget Terminal


Ini tulisan saya yang ke-3 dari seri tulisan dibawah ini :

Tips Perjalanan ke Phuket Thailand :

1. Jakarta-Batam-Singapore

2. Singapore-Phuket

3. Tiger Airways dan Changi Budget Terminal

4. Phuket Paradise

5. Phuket-Phi Phi Island

6. Adventure in Phi Phi Island

7. Back home to Indonesia- Phuket-Singapore-Batam-Jakarta


Budget Airlines (BA)

Budget Airlines (BA) diartikan secara harfiah adalah penerbangan murah. Jadi sebuah maskapai menekan semua ongkos operasi sehingga pada akhirnya berdampak dengan harga tiket yang relatif murah.Sekitar tanun 2005 mulai bermunculan beberapa maskapai yang mengusung konsep LCC (Low Cost Carrier).
Untuk mendapat penjelasan yang lengkap mengenai konsep LCC ini dapat teman-teman dapat membaca tulisan saya tentang ini di Pengalaman Pertama Naik Pesawat Air Asia

Di Indonesia sebagai pionir adalah Air Asia, maskapai gabungan antara Ex-Awair dan Air Asia Malaysia. Seperti yang kita lihat iklan di TV, Air Asia menawarkan tiket-tiket ke berbagai tujuan dengan harga yang jauh lebih murah dari harga argo taxi Kebun Jeruk-Airport Cengkareng. (baca: Murah Bgt!)
Tetapi yang ditakutkan apakah dengan tiket murah ini, faktor keselamatan menjadi hal yang diperhatikan? Jangan-jangan pesawatnya adalah pesawat rongsokan yang kapan saja bisa “rontok”. Baca tulisan saya tentang Ngerinya naek pesawat...


Tiger Airways = TA (http://www.tigerairways.com)


Sepertinya ketakutan saya bahwa maskapai murah menggunakan pesawat ronsokan terjawab sebaliknya ketika saya naik TA dari Singapore-Phuket pp. Wow!, sebuah BA milik Singapore yang efisien, aman dan murah. Mungkin faktor yang menjadi patokan adalah pesawatnya. Pesawatnya adalah Airbus A320-200 “Baru” alias fresh dari Pabrik!.Dari 14 armada Airbusnya rata-rata berumur 1.3 tahun.Silahkan baca Tiger Airways Airfleet Age.
TIDAK SEPERTI pesawat Lion MD-83, Batavia/Sriwijaya/Adam Air dengan Boeing 737-300 yang umurnya LEBIH TUA dari anak SMA (baca: 18 Tahun). Silahkan baca tulisan saya tentang Umur Pesawat Maskapai Indonesia.
Mungkin TA mempunyai plan, memang nilai investasi awal besar (pesawat baru) tapi operasional budget ditekan serendah-rendah untuk menghasilkan tiket yang murah dan keuntungan. Jadi siapa bilang tidak ada titik temu antara Cheap and Safe.

Harga Tiket

Seperti BA lainya TA menawarkan pembelian tiket via internet, sangat efisien,cepat, murah dan aman. Ya tentunya bila kita membeli tiket jauh-jauh hari sebelum tanggal penerbangan.
Contohnya Tiket Singapore-Phuket pp = Rp. 750 ribu (sudah termasuk tax), Singapore-Bangkok = Rp 700 ribu, Singapore-Darwin = Rp 800 ribu.
Kalau dibandingkan dengan maskapai lainnya harganya jauh lebih murah.
Memang penjualan tiket via internet jauh lebih murah karena tidak ada profit margin tambahan yang disisikan untuk Travel Agen. Coba bayangkan kalau kita beli tiket di travel agen. Si agen pertama beli dari agen kedua, yang kedua beli dari yang ke tiga, yang ketiga langsung dengan maskapai. Coba bayangkan berapa persen margin yang dipakai mungkin setengah dari harga tiket hanya untuk travel agen.

Ground & On board service

Service yang sangat efisien, pada waktu check in ada 2 orang petugas yang melayani proses check-in dan mereka kemudian juga mengatur penumpang boarding ke pesawat. Coba bayangkan cuma 2 orang yang melayani hampir 200 penumpang, Sangat efisien!. Tidak seperti Lion atau Batavia atau even Garuda yang petugasnya “bejibun” tapi tak satupun yang bekerja dengan baik. Sudah proses check-in yang bertele-tele sehingga tidak heran kalau ongkos operasionalnya membengkak.
Untuk pesawat sebesar itu cuma dilayani oleh 3 orang pramugrari tapi semua kepentingan penumpang dapat di akomodasi oleh mereka. Tidak seperti Lion yang jumlah pramugarinya hampir 10 orang dan kerjaannya hanya nampang doang! Pasang muka masem/cemberut dan seperti berkerja tidak tulus/terpaksa. Sebagai contoh pada waktu memberi pengumuman tentang safety prochedure, ngomongnya tidak ada titik koma : “Ladies and Gentlements, wess..wess....wessss....*&^$%#^@$&@^#%..” Mungkin orang British aja nggak ngerti.

Pilotnya Bule

Waktu ada goncangan-goncangan kecil, saya tidak merasa was-was, hati kecil saya berkata, nggak apa-apa kok, pesawatnya baru dan pilotnya bule, pasti selamat dech.... Lain halnya bila saya naik maskapai lokal Indonesia perasaaan cemas selalu menghantui, takut sayapnya lepaslah, takut jatuh lah, takut kalau pilotnya ketiduran lah.. dll. Maklum.. beda donk rasanya kalo kita naek Honda Accord keluaran tahun 2006 dengan segala fasilitas safety nya ama Opletnya Mandra (baca: ronsokan).

Tepat waktu

Tidak seperti maskapai lokal, telat seperti jadi prosedur. Lainya dengan TA, ketepatan waktu jadi hal utama yang dijadi perhatiaan.

It will survive

Saya yakin bila Lion/Batavia/Sriwijaya tidak merubah policy maka mereka tidak akan survive dalam persaingan dengan maskapai lainnya di masa mendatang. Iya kalo Garuda pasti di suapin terus ama pemerintah, untung tidak untung pasti tetapi terbang.
Kalau nanti TA membuka route ke Indonesia dengan harga murah dan faktor keamanan yang tinggi. Nggak ada pilihah bye bye semua, the show must go on!



Changi Budget Terminal =BT (http://www.btsingapore.com/)

Untuk menekan biaya dari fasilitas airport Changi Singapore, khusus maskapai TA dan Cebu Pasific Air menggunakan terminal khusus yang di sebut Budget Terminal (BT) dan di tahun mendatang akan disusul ole maskapai lain. BT ini hanya seperti hall besar satu lantai, persis seperti PRJ dan untuk mendukung konsep LCC terminal ini tidak dilengkapi dengan belalai gajah, penumpang boarding/disembark ke/dari pesawat dengan jalan kaki (nggak jauh kok cuma 50-an m). Tidak ada eskalator atau lift tetapi jauh lebih lengkap/bagus dan “aman” dibandingkan dengan terminal 1 Bandara Soekarno Hatta (coba lihat WC-nya, persis kayak terminal Kampung Rambutan!, Apalagi preman dan calo yang menyambut anda dengan senyum lebar L).
BT ini terletak sekitar 1 km dari Terminal 2. Shuttle bus gratis di sediakan dengan frekwensi 30 menit dari basement Terminal 2. Bila anda dari Terminal-1 gunakan shuttle train ke Terminal-2 dulu.

Bila menggunakan MRT
1. Ambil MRT East-West (EW) tujuan Pasir Ris/Changi Airport.
2. Turun di Stasiun Tanah Merah, karena kereta akan melanjutkan perjalanan ke Pasir Ris.
3. Ambil kereta dari Tanah Merah ke Changi Airport. Kereta ini hanya melayani Changi-Tanah Merah pp.
4. Turun di stasiun MRT di basement terminal 2 Changi Airport
5. Naik ke atas perhatikan petunjuk “Shuttle Bus to Budget Terminal”
6. Tidak susah kok, setelah mengikuti papan petunjuk, tunggu shuttle bus di basement Terminal 2.

Saran :

Anda harus check-in di BT minimal 1 jam sebelum keberangkatan (walau dalam itinerary harus datang 2 jam). Jadi kalau ETD 20.00 (Sore/malam), dan anda berada di pusat kota Singapore. Biasanya sore adalah peak hour, orang pulang kerja :

1. 16.00 at the nearest MRT Station (misalnya Citihall)
2. 16.40 sampai di Tanah Merah, Kereta datang setiap 10-20 menit sekali
3. 17.00 Kereta meluncur Tanah Merah – Changi
4. 17.15 Tiba di Terminal 2
5. 17.30 Menunggu Shuttle bus di Basement T-2
6. 18.00 Shuttle bus datang
7. 18.15 Tiba di BT
8. 18.30 Check-in.

Jadi saran saya jangan sampai terlambat karena meskipun menggunakan MRT yang bebas macet tetapi dari Pusat kota sampai check-in di BT bisa memakan waktu 1 ½ jam-2 jam (peak hour)

Jika penerbangan anda pagi hari ETD 07.00 dan anda menginap di pusat kota, maka jangan menggunakan MRT (MRT start 05.30). Naik taxi saja biar aman dan tidak telat.
Khusus untuk penerbangan BA, tiket tidak dapat di refund atau di extend (baca: hangus).

Bersambung ke 4.Phuket Paradise


0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home